Skip to content
Radio Smart Surabaya

Radio Smart Surabaya

Kanal Bisnis dan Ispirasi

  • Streaming
  • Internasional
  • Nasional
  • Bussines Today
  • Daerah
  • Healthy
  • Lifestyle
  • Radio Talkshow
  • Toggle search form
  • Bagi Warga Yang Belum Verifikasi DTSEN, Pemkot Surabaya Terapkan Sanksi Administratif Daerah
  • Surabaya Sinergikan Orang Tua dan Sekolah Lindungi Anak di Dunia Digital Daerah
  • Cegah Urbanisasi Tak Terkendali, Pemkot Surabaya Intensifkan Operasi Yustisi Pasca-Lebaran 2026 Uncategorized
  • Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Bussines Today
  • Pemkot Surabaya Pastikan Pasokan Kebutuhan Pangan Aman dan Harga Stabil Bussines Today
  • Persebaya Surabaya Diperkuat Bruno Paraiba, Siap Hadapi Persita Tangerang Nasional
  • Momentum Hari Otoda 2026, Surabaya Dorong Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital Daerah
  • Perluas Akses Pendidikan, Surabaya Siapkan Tiga PAUD Negeri Baru untuk MBR Daerah

Tren Berbahaya Minum Oli Disorot, Ahli Sebut Setara Racun Industri

Posted on April 14, 2026 By Putri Anjelina No Comments on Tren Berbahaya Minum Oli Disorot, Ahli Sebut Setara Racun Industri

SMARTSURABAYA.COM – Aksi sejumlah pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang secara bergiliran meminum oli dengan tujuan meningkatkan stamina mendadak viral di media sosial.

Peristiwa ini tidak hanya menarik perhatian luas dari masyarakat, tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius dari berbagai kalangan, baik dari sisi agama maupun kesehatan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan secara tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut haram dan tidak dapat dibenarkan. Namun demikian, jika dilihat dari perspektif medis, bahaya yang ditimbulkan jauh lebih mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Dokter sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, menegaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi oli bukan sekadar perilaku berisiko biasa, melainkan termasuk dalam kategori paparan zat beracun yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

“Jadi minum oli itu sama seperti setara seperti minum apa namanya racun industri ya,” tegas Dicky.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan bahwa oli mesin merupakan campuran zat yang sangat kompleks, terdiri atas hidrokarbon, berbagai aditif kimia, logam berat, serta senyawa toksik lainnya yang berbahaya. Semua komponen tersebut sama sekali tidak dirancang untuk dikonsumsi manusia dalam kondisi apa pun.

Karena oli bukan termasuk zat yang aman dikonsumsi atau “food grade substance”, maka ketika masuk ke dalam tubuh, zat tersebut dapat langsung memicu reaksi keracunan yang serius dan cepat.

Gejala awal yang biasanya muncul setelah konsumsi oli meliputi gangguan pada sistem pencernaan, seperti rasa mual, muntah, nyeri pada bagian perut, hingga diare berat yang bisa menyebabkan dehidrasi.

Akan tetapi, gejala-gejala tersebut sebenarnya hanya merupakan tanda awal dari dampak yang lebih besar dan lebih berbahaya yang dapat terjadi di dalam tubuh jika paparan terus berlangsung atau tidak segera ditangani.

Salah satu risiko paling fatal terjadi ketika oli yang telah diminum masuk ke saluran pernapasan, khususnya paru-paru, saat seseorang mengalami muntah. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat memicu peradangan paru-paru akut yang serius dan mengancam nyawa dalam waktu singkat.

“Ini yang menyebabkan peradangan paru akut, menyebabkan hipoksia dan bahkan kematian,” jelas Dicky.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat masuknya zat kimia berbahaya ke dalam paru-paru. Dampaknya, tubuh mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) yang dapat mengganggu fungsi organ vital dan berujung pada kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Selain itu, kandungan hidrokarbon dalam oli juga diketahui dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga menimbulkan efek seperti pusing, kebingungan, hingga penurunan kesadaran.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak konsumsi oli tidak hanya terbatas pada satu organ tertentu, melainkan dapat menyerang berbagai sistem dalam tubuh secara bersamaan, mulai dari sistem pencernaan, pernapasan, hingga saraf.

Kondisi ini tentu semakin memperbesar risiko komplikasi yang dapat terjadi dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Yang membuat fenomena ini semakin berbahaya adalah sifat dampaknya yang tidak selalu langsung terasa atau tampak secara kasat mata.

Banyak orang yang keliru menganggap bahwa tidak ada masalah serius hanya karena tidak merasakan efek instan setelah mengonsumsi oli. Padahal, kerusakan organ bisa berlangsung secara perlahan dan tanpa disadari, hingga akhirnya menimbulkan gangguan kesehatan yang serius.

Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi oli dapat menyebabkan berbagai kerusakan organ, seperti gangguan pada hati dan ginjal, kerusakan sistem darah akibat paparan logam berat, gangguan hormonal, hingga meningkatkan risiko munculnya penyakit kronis seperti kanker.

Artinya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih kompleks di kemudian hari. Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa tidak semua hal yang viral di media sosial aman untuk diikuti atau ditiru.

Terlebih jika berkaitan dengan kesehatan, keputusan yang keliru dapat membawa konsekuensi serius yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berpotensi mengancam nyawa. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih baik serta edukasi yang tepat agar perilaku berisiko seperti ini tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

Sumber: Tribunkesehatan

Healthy, Nasional, Ordinary News Tags:Aksi Viral, Bahaya Oli, Dicky Budiman, Keracunan, Kesehatan, Minum Oli, MUI, Tren Berbahaya

Post navigation

Previous Post: BPKAD Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Dorong Efisiensi BBM
Next Post: Sistem Terintegrasi Surabaya Tekan Warga Penunggak Nafkah, Layanan Publik Dibatasi

Related Posts

  • Satu Data Satu Peta, Langkah Surabaya Wujudkan Kesehatan Berbasis Data Daerah
  • Konflik Timur Tengah Memanas, Donald Trump Klaim Perang Segera Berakhir Internasional
  • Momentum Hari Otoda 2026, Surabaya Dorong Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital Daerah
  • Persebaya Menang Tipis atas Persita, Berita dan Jadwal Persebaya Terbaru Daerah
  • Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Global, Jembatan Strategis Ditutup Internasional
  • Gejala TBC Kerap Diabaikan, Padahal Sama Berbahayanya dengan COVID-19 Healthy

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Redaksi : Kupang Gunung Timur V Raya no 9A Surabaya

Alamat Studio : Lobby Area Tribun Pekanbaru Jalan Imam Munanadar No. 383 Pekanbaru Kontak Studio : 0811 757 1018

Kontak Kerjasama : Didin 0816-5451-719

  • Pemkot Surabaya Rencanakan Perluasan Titik dan Durasi Car Free Day Daerah
  • Momentum Hari Otoda 2026, Surabaya Dorong Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital Daerah
  • Pemkot Surabaya Pastikan Pasokan Kebutuhan Pangan Aman dan Harga Stabil Bussines Today
  • Wako Surabaya Targetkan Pasar Kayoon Jadi Destinasi Wisata Batu Permata Bussines Today
  • Sistem Terintegrasi Surabaya Tekan Warga Penunggak Nafkah, Layanan Publik Dibatasi Daerah
  • BPKAD Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Dorong Efisiensi BBM Daerah
  • Gerobak Sampah Dilarang Parkir di TPS, DLH Surabaya Ambil Tindakan Tegas Daerah
  • Wako Surabaya Apresiasi Pelaku Usaha, Serap 1.200 Tenaga Kerja Lokal Daerah

Copyright © 2026 Radio Smart Surabaya.

Powered by PressBook News WordPress theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by