Skip to content
Radio Smart Surabaya

Radio Smart Surabaya

Kanal Bisnis dan Ispirasi

  • Internasional
  • Nasional
  • Bussines Today
  • Daerah
  • Healthy
  • Lifestyle
  • Radio Talkshow
  • Toggle search form
  • Pemkot Surabaya Rotasi 78 Pejabat, Dorong Kinerja Lebih Optimal Daerah
  • Pemkot Surabaya Rencanakan Perluasan Titik dan Durasi Car Free Day Daerah
  • Voucher Parkir Ber-QR Code, Upaya Surabaya Tingkatkan Akuntabilitas Bussines Today
  • Pemkot Surabaya Tegas Tertibkan PKL yang Tutupi Saluran Drainase Daerah
  • Digitalisasi Parkir Diterapkan, 600 Jukir Surabaya Terancam Dicabut Izin Bussines Today
  • Diplomasi Global Menguat, Rusia Tawarkan Jalan Damai Konflik Iran Internasional
  • Dispendik Surabaya Diminta Permudah Laporan Guru Lewat Digitalisasi Daerah
  • Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Bussines Today

Wako Surabaya Targetkan Pasar Kayoon Jadi Destinasi Wisata Batu Permata

Posted on April 8, 2026 By Putri Anjelina No Comments on Wako Surabaya Targetkan Pasar Kayoon Jadi Destinasi Wisata Batu Permata

SMARTSURABAYA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan peninjauan langsung ke pusat pedagang batu permata yang berada di Pasar Kayoon, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyempatkan diri berkeliling untuk melihat kondisi stan para pedagang sekaligus menyapa para pengrajin batu mulia yang telah lama beraktivitas di kawasan itu. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam melihat langsung potensi sekaligus kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

Dalam dialog bersama para pedagang, Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pengembangan Pasar Kayoon selama ini belum dapat dilakukan secara optimal karena terkendala status kepemilikan lahan yang bukan merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya.

Kondisi ini membuat pemerintah kota harus berhati-hati sebelum melakukan penataan atau pembangunan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan segera menelusuri kepastian status lahan agar rencana pengembangan dapat dilaksanakan tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“Pusatnya batu permata itu di Kayoon. Jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Maka kalau bukan aset milik pemerintah kota, maka saya harus amit (izin) dulu sama yang punya aset,” ujar Wali Kota Eri saat berdialog dengan para pedagang.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal, lahan di kawasan tersebut kemungkinan merupakan milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Oleh sebab itu, setiap rencana pembangunan harus melalui proses perizinan dari pihak yang berwenang.

“Jadi kenapa selama ini pemerintah kota tidak bisa menyentuh, karena ini bukan asetnya pemerintah kota,” katanya.

Untuk mempercepat realisasi penataan, Eri menargetkan dalam waktu satu minggu ke depan sudah ada kejelasan terkait izin pengelolaan kawasan tersebut. Apabila izin diberikan, maka proses pembangunan dan penataan Pasar Kayoon dapat segera dimulai dalam waktu dekat.

“Insyaallah kalau nanti diizinkan sama yang punya untuk dikelola dan dikembangkan, kita pasti akan bangun di tahun ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan produk serta budaya Nusantara melalui pengembangan kawasan tersebut. Menurutnya, Pasar Kayoon tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai historis dan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.

“Jadi nguri-uri (melestarikan budaya) itu tidak boleh dilupakan. Karena manusia atau kehidupan yang baik itu tidak boleh melupakan sejarah,” tuturnya.

Dengan potensi yang dimiliki, Eri menilai Pasar Batu Permata Kayoon dapat dikembangkan menjadi salah satu ikon wisata baru di Kota Surabaya. Ia berharap penataan kawasan, pengaturan alur pengunjung, hingga pembangunan gapura dapat segera direalisasikan agar kawasan tersebut menjadi lebih tertata dan menarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Kalau nanti sudah diizinkan, saya berharapnya di Mei ulang tahunnya Surabaya sudah menjadi ikon Surabaya yang baru. Jadi ada Kota Lama, ada Jalan Tunjungan, ada Kebun Raya Mangrove, ada Batu Permata Nusantara,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Taman Wisata Kayoon Surabaya, Nuri Fansyah, menyampaikan bahwa saat ini terdapat puluhan stan pedagang yang beroperasi di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jumlah stan yang ada mencapai sekitar 60 unit, baik yang aktif beroperasi maupun yang masih tertutup.

“Saat ini kumpulan batu-batu pedagang yang ada itu kurang lebih 60 stan, baik stan yang open atau yang tertutup,” ujar Nuri. Nuri juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Wali Kota Surabaya terhadap para pelaku UMKM di Pasar Kayoon.

Ia berharap langkah konkret dari pemerintah kota dapat memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi para pedagang yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.

“Harapan saya dan harapan kita semua mungkin bisa membantu bagaimana pasar ini bisa lebih bergairah, bisa lebih hidup,” kata Nuri.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak dinilai sangat penting agar Pasar Kayoon dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang mampu menarik minat pengunjung sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang.

“Harapan kita semua mudah-mudahan ini bisa menjadikan destinasi dan kunjungan dari pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pengusaha lainnya, supaya pasar ini bisa berkesinambungan,” tutupnya.

Rencana pengembangan Pasar Kayoon tidak hanya menjadi upaya penataan kawasan perdagangan, tetapi juga langkah strategis dalam mengangkat potensi budaya dan ekonomi lokal. Jika proses perizinan berjalan lancar, kawasan ini berpeluang besar menjadi ikon wisata baru yang mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Surabaya.

Sumber: Surabaya.go.id

Bussines Today, Daerah Tags:Batu Permata, Ekonomi Lokal, Eri Cahyadi, Pasar Kayoon, Rencana Pembangunan, Revitalisasi, Surabaya, UMKM, Wali Kota Surabaya, Wisata Surabaya

Post navigation

Previous Post: Baliho Film “Aku Harus Mati” Picu Kekhawatiran Kesehatan Mental di Indonesia
Next Post: Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Ukir Prestasi di Kejuaraan Jujitsu SLC Cup 2026

Related Posts

  • Bagi Warga Yang Belum Verifikasi DTSEN, Pemkot Surabaya Terapkan Sanksi Administratif Daerah
  • Surabaya Samator Perkenalkan 15 Pemain Jelang Final Four Proliga 2026 Daerah
  • Dispendik Surabaya Diminta Permudah Laporan Guru Lewat Digitalisasi Daerah
  • Dispendik Surabaya Tegaskan Siswa SMP Dilarang Bawa Motor Daerah
  • WFH Kembali Disorot, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Fisik dan Mental Bussines Today
  • Dari Tandus Jadi Modern, Kondisi Terbaru Lapangan Rangkah Surabaya Disambut Antusias Warga Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Redaksi : Kupang Gunung Timur V Raya no 9A Surabaya

Alamat Studio : Lobby Area Tribun Pekanbaru Jalan Imam Munanadar No. 383 Pekanbaru Kontak Studio : 0811 757 1018

Kontak Kerjasama : Didin 0816-5451-719

  • Dukung Digitalisasi Layanan Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Gandeng Trustmedis Bussines Today
  • BPKAD Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Dorong Efisiensi BBM Daerah
  • Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Terjangkau untuk Gen Z Bussines Today
  • Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Global, Jembatan Strategis Ditutup Internasional
  • Diplomasi Global Menguat, Rusia Tawarkan Jalan Damai Konflik Iran Internasional
  • Persebaya Surabaya Terancam Tampil Pincang Lawan Persija Jakarta di GBK Nasional
  • Ribuan Siswa Surabaya Ikuti TKA SMP 2026 dengan Pengawasan Ketat Daerah
  • Sinergi Baru Seni Budaya Surabaya Dorong Kolaborasi Lewat Forum Triadik Daerah

Copyright © 2026 Radio Smart Surabaya.

Powered by PressBook News WordPress theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by