Skip to content
Radio Smart Surabaya

Radio Smart Surabaya

Kanal Bisnis dan Ispirasi

  • Streaming
  • Internasional
  • Nasional
  • Bussines Today
  • Daerah
  • Healthy
  • Lifestyle
  • Radio Talkshow
  • Toggle search form
  • Tren Berbahaya Minum Oli Disorot, Ahli Sebut Setara Racun Industri Healthy
  • Konflik Timur Tengah Memanas, Donald Trump Klaim Perang Segera Berakhir Internasional
  • Pemkot Surabaya Rencanakan Perluasan Titik dan Durasi Car Free Day Daerah
  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Perkuat Sistem Drainase dan Rumah Pompa untuk Atasi Banjir Daerah
  • Momentum Hari Otoda 2026, Surabaya Dorong Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital Daerah
  • Bagi Warga Yang Belum Verifikasi DTSEN, Pemkot Surabaya Terapkan Sanksi Administratif Daerah
  • BPKAD Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Dorong Efisiensi BBM Daerah
  • Dispendik Surabaya Diminta Permudah Laporan Guru Lewat Digitalisasi Daerah

Eri Cahyadi Sidak Ke Ketintang, Siapkan Rekayasa Aliran Air Atasi Banjir

Posted on April 29, 2026 By Putri Anjelina No Comments on Eri Cahyadi Sidak Ke Ketintang, Siapkan Rekayasa Aliran Air Atasi Banjir

SMARTSURABAYA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Jalan Ketintang Madya, sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan banjir di Kota Pahlawan.

Dalam kunjungan tersebut, ia secara langsung meninjau kondisi lapangan sekaligus memberikan arahan kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya untuk segera melakukan rekayasa pengalihan arus air.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban genangan yang selama ini kerap terjadi di sejumlah titik rawan. Dalam arahannya, Wali Kota Eri menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya berfokus pada satu lokasi tertentu.

Menurutnya, solusi yang efektif harus menyentuh sumber permasalahan dari hulu melalui penataan ulang sistem aliran air atau catchment area. Ia menjelaskan bahwa kawasan Margorejo selama ini menjadi titik akumulasi air dari berbagai wilayah, seperti Jambangan hingga Karah, sehingga perlu dilakukan distribusi aliran yang lebih seimbang.

“Selama ini air menumpuk di Margorejo. Saya instruksikan agar aliran air dari arah Karah dan tol dipotong langsung masuk ke Rumah Pompa SWK Karah. Jangan semuanya lari ke Saluran Avur Wonorejo yang lewat Ketintang,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi.

Selain itu, ia juga merencanakan pembalikan arah arus air dari kawasan Ketintang Baru agar dialirkan kembali menuju saluran Kebon Agung melalui area Central Park yang berada di sekitar Jalan Ahmad Yani dan Mang Kabayan. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi beban saluran di wilayah Margorejo hingga Prapen, sehingga aliran air di kawasan tersebut hanya berasal dari lingkungan permukiman setempat dan tidak lagi menjadi tempat penampungan limpahan dari daerah lain.

“Dengan begitu, saluran di Margorejo sampai Prapen nantinya, benar-benar hanya menampung debit air dari pemukiman setempat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari langkah strategis lainnya, Pemkot Surabaya juga berencana membangun rumah pompa skala kecil di bantaran Kali Surabaya, tepatnya di kawasan Pulo Wonokromo. Pembangunan ini difokuskan untuk melindungi area sekitar Royal Plaza dan Kantor Telkom Ketintang dari potensi genangan.

Terkait rencana tersebut, Wali Kota Eri menyebut telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna memperoleh izin pemanfaatan lahan.

“Saya sudah meminta izin ke BPWS untuk menggunakan lahan sekitar tiga sampai empat rumah warga untuk membangun pompa. Tujuannya supaya air dari area Telkom dan rel kereta bisa segera ditarik ke sungai, sehingga tidak terjadi genangan di Ketintang,” tambahnya.

Upaya penataan aliran air ini juga mencakup pelebaran saluran utama di kawasan Prapen serta penguatan konektivitas antar-saluran drainase. Tidak hanya itu, Wali Kota Eri turut menekankan pentingnya pengembangan sistem berbasis aplikasi digital yang mampu memetakan aliran air secara menyeluruh.

Dengan sistem ini, pengawasan dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh siapa pun pejabat yang bertugas di masa mendatang, sehingga pengelolaan drainase menjadi lebih terintegrasi dan berbasis data.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri tersebut menargetkan seluruh proses pengalihan aliran air dapat diselesaikan paling lambat pada Oktober 2026. Ia juga memberikan peringatan tegas bahwa akan ada evaluasi menyeluruh apabila target tersebut tidak tercapai dan permasalahan banjir masih terjadi.

“InsyaAllah Oktober selesai semua. Saya sudah sampaikan kepada Kadis dan Kabid DSDABM, kalau Oktober belum selesai dan ternyata masih banjir, akan ada evaluasi serius. Saya ingin sistem ini jalan, bukan sekadar membangun fisik tanpa perhitungan teknis yang matang,” ujar Wali Kota Eri.

Untuk meningkatkan transparansi sekaligus melibatkan partisipasi masyarakat, ia meminta DSDABM untuk menyusun peta digital catchment area yang dapat diakses oleh publik. Dengan adanya peta tersebut, warga dapat memahami arah aliran air di lingkungannya serta turut berperan dalam pengawasan terhadap sistem yang dibangun.

“Kita ubah pemikirannya. Tidak bisa hanya sekadar keruk-keruk saja tanpa hitungan. Sekarang semuanya harus terkoneksi dan terukur efektifitasnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Eri juga mengumpulkan para camat dan lurah dari tiga wilayah, yakni Kecamatan Gayungan, Jambangan, dan Wonocolo. Keterlibatan para pemangku wilayah ini bertujuan agar proses pengawasan dan pelaksanaan rekayasa aliran air dapat berjalan secara terpadu dan saling terkoordinasi dengan baik di lapangan.

“Hari ini saya juga mengumpulkan semua camat dan lurah dari tiga wilayah sekaligus, supaya mereka tahu dan ikut melakukan pengawasan dalam pengerjaannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan bahwa secara teknis pihaknya akan menerapkan skema pengalihan arah aliran air untuk mengurangi beban yang selama ini terpusat di wilayah timur.

Ia mengakui bahwa penanganan banjir di kawasan Ketintang, Gayungsari, hingga Karah merupakan persoalan yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan secara instan, melainkan membutuhkan tahapan yang terencana.

“Banjir ini kompleks, tidak bisa selesai dalam satu tahun berjalan karena ada tahapan-tahapannya. Problem utamanya adalah beban air dari barat atau tol semuanya lari ke arah Timur, ke Wonorejo,” jelas Adi Gunita.

Sebagai tindak lanjut dari instruksi Wali Kota, DSDABM akan melakukan pengalihan arus air secara signifikan dengan menghentikan aliran yang selama ini bertumpu di saluran Avur Wonorejo. Selanjutnya, akan dibuat sodetan atau saluran pengalihan langsung menuju arah selatan guna mendistribusikan beban air secara lebih merata.

“Rencananya, beban yang ada di Avur Wonorejo kita hentikan, lalu kita potong langsung ke arah Selatan menuju Sungai Kebon Agung. Dengan begitu, volume air yang lari ke saluran Prapen akan berkurang drastis,” tambahnya.

Langkah tersebut diambil mengingat kapasitas saluran di wilayah hilir, khususnya menuju Prapen, semakin terbatas. Jika aliran dari arah barat tidak dikendalikan, maka saluran yang ada tidak akan mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Dengan skema pembagian beban aliran ini, diharapkan titik-titik rawan genangan seperti Ketintang PTT, Karah, dan Gayungsari dapat diminimalkan secara signifikan.

“Katakanlah beban air itu nilainya 100, kita kurangi persentasenya agar tidak lari ke hilir semua. Kita bagi beban alirannya ke arah Selatan sehingga beban air bisa terpecah dan tidak menumpuk di wilayah Wonocolo, Margorejo, hingga Rungkut saja,” pungkasnya.

Rangkaian langkah strategis yang dilakukan Pemkot Surabaya ini menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem penanganan banjir yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis perencanaan teknis yang matang.

Dengan kolaborasi antarinstansi, dukungan teknologi, serta keterlibatan masyarakat, diharapkan permasalahan banjir di Surabaya dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.

Sumber: Surabaya.go.id

Daerah Tags:Catchment Area, Drainase Kota, DSDABM Surabaya, Eri Cahyadi, Infrastruktur Air, Pemkot Surabaya, Penanganan Banjir, Pengendalian Genangan, Rekayasa Aliran Air, Rumah Pompa, Sidak, Surabaya, Wali Kota Surabaya

Post navigation

Previous Post: Surabaya Matangkan Persiapan Porprov Jatim 2027, Targetkan 250 Medali Emas

Related Posts

  • Voucher Parkir Ber-QR Code, Upaya Surabaya Tingkatkan Akuntabilitas Bussines Today
  • Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Terjangkau untuk Gen Z Bussines Today
  • BPKAD Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Dorong Efisiensi BBM Daerah
  • Rayakan Hari Kartini, Surabaya Gelar Pelatihan Olahraga Bertajuk Women Fight Back Daerah
  • WFH ASN Setiap Jumat, Pemkot Surabaya Pastikan Kinerja Tetap Optimal Daerah
  • Festival dan Dukungan Pemkot Hidupkan Seni Budaya Surabaya Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Redaksi : Kupang Gunung Timur V Raya no 9A Surabaya

Alamat Studio : Lobby Area Tribun Pekanbaru Jalan Imam Munanadar No. 383 Pekanbaru Kontak Studio : 0811 757 1018

Kontak Kerjasama : Didin 0816-5451-719

  • Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju Porprov 2027 Daerah
  • Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Terjangkau untuk Gen Z Bussines Today
  • IDAI Ingatkan Bahaya Timbal yang Mengancam Kesehatan Anak Secara Diam-Diam Healthy
  • Perluas Akses Pendidikan, Surabaya Siapkan Tiga PAUD Negeri Baru untuk MBR Daerah
  • Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Bussines Today
  • Cegah Urbanisasi Tak Terkendali, Pemkot Surabaya Intensifkan Operasi Yustisi Pasca-Lebaran 2026 Uncategorized
  • Pengawasan Kota Surabaya Diperkuat, Targetkan Penambahan CCTV di TPS dan Pedestrian Daerah
  • Wali Kota Eri Cahyadi Sidak TPS: Tegaskan SOP Baru, Sampah Kasur Hingga Truk Liar Bakal Disanksi Uncategorized

Copyright © 2026 Radio Smart Surabaya.

Powered by PressBook News WordPress theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by