Skip to content
Radio Smart Surabaya

Radio Smart Surabaya

Kanal Bisnis dan Ispirasi

  • Streaming
  • Internasional
  • Nasional
  • Bussines Today
  • Daerah
  • Healthy
  • Lifestyle
  • Radio Talkshow
  • Toggle search form
  • Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Global, Jembatan Strategis Ditutup Internasional
  • Pemkot Surabaya Rencanakan Perluasan Titik dan Durasi Car Free Day Daerah
  • Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Terjangkau untuk Gen Z Bussines Today
  • Pengawasan Kota Surabaya Diperkuat, Targetkan Penambahan CCTV di TPS dan Pedestrian Daerah
  • Satu Data Satu Peta, Langkah Surabaya Wujudkan Kesehatan Berbasis Data Daerah
  • Fasad Toko Nam Segera Dirobohkan, Tak Lagi Berstatus Cagar Budaya di Surabaya Daerah
  • WFH ASN Setiap Jumat, Pemkot Surabaya Pastikan Kinerja Tetap Optimal Daerah
  • Pemkot Surabaya Perkuat Peran Orang Tua Awasi Gawai Anak, Sejalan PP TUNAS Uncategorized

Rayakan Hari Kartini, Surabaya Gelar Pelatihan Olahraga Bertajuk Women Fight Back

Posted on April 22, 2026 By Putri Anjelina No Comments on Rayakan Hari Kartini, Surabaya Gelar Pelatihan Olahraga Bertajuk Women Fight Back

SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Surabaya serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya menginisiasi program bertajuk Women Fight Back yang digelar di Gelora Pancasila pada Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi inovasi dalam memperingati Hari Kartini, dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan kontekstual, yakni membekali perempuan dengan kemampuan bela diri sebagai langkah preventif terhadap potensi kekerasan.

Program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang sebagai bentuk pemberdayaan nyata bagi perempuan di berbagai lapisan masyarakat. Ratusan peserta yang berasal dari 31 kecamatan di Surabaya turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka mendapatkan pembekalan teknik dasar bela diri, termasuk metode Krav Maga yang dikenal efektif untuk menghadapi situasi darurat.

Pelatihan ini dirancang secara sistematis untuk melatih refleks, meningkatkan keberanian, serta membangun kesiap-siagaan perempuan dalam menghadapi berbagai ancaman, baik di ruang publik maupun dalam lingkup domestik. Dengan pendekatan praktis, peserta diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan teknik secara tepat dalam kondisi nyata.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa perempuan di era modern perlu memiliki kemampuan untuk melindungi diri tanpa harus meninggalkan peran sosial yang selama ini dijalankan.

Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi bekal penting agar perempuan mampu menghadapi situasi tak terduga, khususnya ketika berada dalam kondisi tanpa pendamping. Dengan memiliki kemampuan dasar bela diri, perempuan diharapkan dapat merasa lebih aman serta memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Melalui momentum ini, perempuan diharapkan mampu menjaga dirinya. Setidaknya, saat berada di luar bersama anak-anak, ia dapat melindungi diri. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan diri agar tidak mudah merasa takut,” ujar Wali Kota Eri.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak bertujuan untuk membentuk sikap agresif pada perempuan, melainkan memberikan bekal dasar agar mereka tetap tenang, sigap, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam situasi berbahaya.

Selain itu, olahraga bela diri juga dinilai sebagai sarana pemberdayaan yang memiliki manfaat luas, tidak hanya bagi kekuatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, stabilitas emosional, serta penguatan relasi sosial antarindividu.

“Olahraga bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun mental, kebersamaan, dan kekuatan perempuan,” imbuhnya.

Ke depan, program Women Fight Back direncanakan akan diperluas cakupannya hingga menjangkau lingkungan sekolah serta tingkat Rukun Warga (RW) melalui program Kampung Pancasila. Upaya ini dilakukan agar lebih banyak perempuan dari berbagai usia dan latar belakang dapat merasakan manfaat pelatihan tersebut.

Bersama KONI serta para pelatih profesional, kegiatan ini akan dikembangkan secara lebih masif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Insyaallah, program ini akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat RW melalui Kampung Pancasila. Dengan demikian, pelatihan terbuka bagi siapa saja. Saya yakin, melalui kegiatan ini, perempuan akan semakin percaya diri dan mampu menjaga dirinya dengan lebih baik,” jelasnya.

Ketua Perwosi Surabaya, Rini Indriyani, menilai bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perempuan masih kerap menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memberikan keterampilan dasar kepada perempuan sebagai bentuk perlindungan diri sekaligus upaya meningkatkan ketahanan pribadi.

“Perempuan harus tetap feminin dan keibuan, tetapi juga kuat dan tangguh. Kemampuan fight back (melawan) ini menjadi bekal penting, setidaknya untuk melindungi diri dan keluarga,” ujar Bunda Rini Indriyani, sapaan akrabnya.

Ia juga berharap bahwa ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada diri mereka sendiri, tetapi dapat diteruskan kepada anak-anak dan anggota keluarga di rumah. Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya menjaga diri dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari budaya dalam lingkungan keluarga.

“Kita perlu memiliki kemampuan untuk melindungi diri dan menghadapi berbagai potensi ancaman. Faktanya, perempuan kerap menjadi sasaran tindakan yang tidak menyenangkan, termasuk pelecehan,” imbuhnya.

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar bela diri secara fisik, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai cara bersikap dalam menghadapi situasi berbahaya. Materi yang diberikan mencakup strategi bertahan, menghindar, hingga melakukan perlawanan secara proporsional dan tepat.

Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun keberanian sekaligus mengurangi rasa panik atau takut ketika menghadapi kondisi darurat. Selain itu, pelatihan juga melibatkan para instruktur dari komunitas bela diri profesional yang memiliki pengalaman di bidangnya.

Materi difokuskan pada teknik-teknik dasar yang mudah dipahami dan dapat diaplikasikan secara efektif dalam waktu pelatihan yang relatif singkat. Hal ini dilakukan agar peserta benar-benar mampu menyerap dan mempraktikkan ilmu yang diberikan.

“Namun, peserta sudah diperkenalkan pada cara memanfaatkan benda di sekitar sebagai alat perlindungan diri dalam kondisi darurat. Ini menjadi poin penting dalam pelatihan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi olahraga ini merupakan langkah strategis dalam merespons meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembentukan pola pikir dan kesiapan mental dalam menghadapi situasi berisiko.

“Peserta tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga dibekali pemahaman bagaimana bersikap dalam situasi berbahaya, apakah bertahan, menghindar, atau melawan secara tepat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini melibatkan pelatih dari cabang olahraga kickboxing serta dukungan atlet yang secara langsung mendampingi peserta dalam kelompok-kelompok kecil.

Metode ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan interaksi yang lebih intensif antara pelatih dan peserta, sehingga materi dapat dipahami secara lebih mendalam dan aplikatif. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan langkah awal yang akan terus dikembangkan ke depannya.

Melihat tingginya antusiasme peserta serta manfaat yang dirasakan, kegiatan serupa memiliki potensi besar untuk diperluas, termasuk menjangkau kalangan pelajar sebagai generasi muda.

“Peserta dilatih secara langsung agar memiliki pemahaman yang benar, sehingga tidak bertindak sembarangan yang justru membahayakan diri sendiri. Karena itu, pelatihan ini menekankan teknik dasar yang aman dan terarah,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, program Women Fight Back menjadi langkah progresif dalam upaya pemberdayaan perempuan di Surabaya. Tidak hanya memberikan keterampilan praktis, kegiatan ini juga membangun kesadaran, keberanian, serta kemandirian perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Keberlanjutan dan perluasan program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan mendukung peran aktif perempuan dalam kehidupan sosial.

Sumber: Surabaya.go.id

Daerah, Healthy, News Update, Sport Tags:Hari Kartini, KONI Surabaya, Krav Maga, Olahraga Bela Diri, Pemberdayaan Perempuan, Pemkot Surabaya, Perempuan Tangguh, Perwosi Surabaya, Surabaya, Women Fight Back

Post navigation

Previous Post: Festival dan Dukungan Pemkot Hidupkan Seni Budaya Surabaya
Next Post: Fasad Toko Nam Segera Dirobohkan, Tak Lagi Berstatus Cagar Budaya di Surabaya

Related Posts

  • Pembangunan Infrastruktur Jadi Strategi Surabaya Tekan Angka Kemiskinan Daerah
  • WFH ASN Setiap Jumat, Pemkot Surabaya Pastikan Kinerja Tetap Optimal Daerah
  • Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Ukir Prestasi di Kejuaraan Jujitsu SLC Cup 2026 Daerah
  • Fasad Toko Nam Segera Dirobohkan, Tak Lagi Berstatus Cagar Budaya di Surabaya Daerah
  • Wako Surabaya Eri Cahyadi Pastikan Aktivitas Seni Tetap Berjalan di Balai Pemuda Daerah
  • Konflik Timur Tengah Memanas, Donald Trump Klaim Perang Segera Berakhir Internasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Redaksi : Kupang Gunung Timur V Raya no 9A Surabaya

Alamat Studio : Lobby Area Tribun Pekanbaru Jalan Imam Munanadar No. 383 Pekanbaru Kontak Studio : 0811 757 1018

Kontak Kerjasama : Didin 0816-5451-719

  • Persebaya Surabaya Diperkuat Bruno Paraiba, Siap Hadapi Persita Tangerang Nasional
  • Data Kependudukan Bermasalah, Pemkot Surabaya Tertibkan KK Nonaktif Daerah
  • Pemkot Surabaya Buka Seleksi 5 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Daerah
  • Perluas Akses Pendidikan, Surabaya Siapkan Tiga PAUD Negeri Baru untuk MBR Daerah
  • Dispendik Surabaya Diminta Permudah Laporan Guru Lewat Digitalisasi Daerah
  • Bagi Warga Yang Belum Verifikasi DTSEN, Pemkot Surabaya Terapkan Sanksi Administratif Daerah
  • Pemkot Surabaya Perkuat Pengelolaan Fasilitas Umum Lewat Penyerahan PSU Daerah
  • Waspada Mikroplastik, Orang Tua Diminta Lebih Selektif Pilih Mainan Anak Daerah

Copyright © 2026 Radio Smart Surabaya.

Powered by PressBook News WordPress theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by