SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya secara resmi memulai kegiatan Kick Off Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) tahun 2026 dengan mengusung tema “Statistik Berkualitas untuk Intervensi yang Akurat, Tepat, dan Berdampak Nyata”.
Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Praban, Lantai 3 Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya. Pelaksanaan acara ini menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen pemerintah terhadap pentingnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.
Program pencanangan sekaligus sosialisasi Kelurahan Cantik ini difokuskan pada upaya peningkatan literasi statistik di tingkat kelurahan. Tujuan utamanya adalah agar setiap perangkat kelurahan memiliki kemampuan dalam memahami, mengelola, serta memanfaatkan data secara optimal.
Dengan demikian, perencanaan pembangunan yang dilakukan dapat berbasis pada data yang akurat, tepat sasaran, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa program Kelurahan Cantik merupakan inisiatif berkelanjutan yang telah dijalankan sejak tahun 2023.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program ini diharapkan dapat diperluas cakupannya melalui proses replikasi di seluruh wilayah kelurahan di Kota Surabaya agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Pada tahun ini terdapat empat kelurahan yang menjadi percontohan. Namun, dengan total 153 kelurahan di Surabaya, diharapkan wilayah lain dapat segera mereplikasi program ini agar tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menjangkau seluruh wilayah,” ujar Syamsul.
Ia juga menambahkan bahwa karakteristik Kota Surabaya yang dinamis dan terus berkembang menuntut adanya sistem pengelolaan data yang selalu diperbarui dan adaptif. Sebelumnya, kegiatan pendataan telah dilakukan melalui program SDGs Desa, namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait proses validasi data yang belum optimal.
“Pendataan sebelumnya lebih berfokus pada pengumpulan dan input data tanpa validasi mendalam, sehingga kerap muncul anomali. Karenanya, kehadiran agen statistik kini menjadi krusial untuk memastikan kualitas data sebelum masuk ke sistem,” jelasnya.
Syamsul menegaskan bahwa akurasi dan validitas data merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi pemerintah. Hal ini menjadi semakin penting mengingat dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah, baik dari sisi demografi seperti kelahiran dan kematian, maupun mobilitas penduduk yang tinggi.
“Data yang tervalidasi akan memastikan setiap intervensi tepat sasaran, dengan kelurahan dan kecamatan sebagai ujung tombak pelaksanaannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Surabaya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh BPS Surabaya dalam menyukseskan program Kelurahan Cantik.
Pada tahun 2026, Kota Surabaya menargetkan untuk dapat meraih predikat Kelurahan Cantik terbaik di tingkat nasional sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pengelolaan data statistik di tingkat lokal.
“Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor sejak 2023 menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan kota,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyampaikan bahwa program Kelurahan Cantik sejalan dengan Agenda Pembangunan dalam RPJMN 2025–2029, khususnya dalam upaya menjadikan kawasan perkotaan dan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi juga menjadi salah satu visi utama Wali Kota Surabaya. Program ini diharapkan mampu mendorong pembangunan kota yang lebih progresif,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa program ini mendukung prioritas nasional dalam meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pembangunan yang dimulai dari tingkat paling bawah. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan secara lebih efektif.
“Penggunaan data berkualitas menjadi landasan utama dalam perencanaan pembangunan agar kebijakan tetap terukur dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari program ini, hasil pendataan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) direncanakan akan mulai didistribusikan pada awal Mei 2026.
Data tersebut akan menyajikan klasifikasi tingkat kesejahteraan masyarakat secara rinci berbasis desil, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Program Kelurahan Cantik tahun ini berfokus pada pengentasan kemiskinan melalui integrasi data DTSEN dan data BPS untuk memperbarui data awal pemerintah,” terangnya.
Pada tahun 2026, Kecamatan Kenjeran bersama empat kelurahan terpilih, yaitu Tambak Wedi, Tanah Kali Kedinding, Bulak Banteng, dan Sidotopo Wetan, ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project) dalam pemutakhiran data.
Penetapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses implementasi program dapat berjalan secara optimal sebelum diperluas ke wilayah lain.
“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengolah dan menganalisis data secara mandiri, tidak sekadar mengirimkan data mentah,” tambahnya.
Program Kelurahan Cantik juga diperkuat dengan adanya pendampingan dari kalangan akademisi, salah satunya melalui kerja sama dengan Telkom University Surabaya.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan standar pengelolaan data statistik di tingkat kelurahan agar lebih sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Selain itu, pembentukan agen statistik di setiap kelurahan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman aparatur terhadap pentingnya data dalam pembangunan.
Peran agen statistik ini juga sangat penting dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan secara masif melalui pendataan langsung kepada masyarakat.
“Targetnya tidak hanya membentuk agen statistik, tetapi juga meraih predikat Kelurahan Cantik tingkat nasional. Surabaya sebelumnya telah masuk 10 besar tingkat provinsi dan 25 besar nasional pada 2025,” paparnya.
Hasil dari proses pembinaan dan pendampingan nantinya akan dituangkan dalam bentuk buku monografi kelurahan, serta diintegrasikan ke dalam situs resmi masing-masing kelurahan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan dapat diakses, dimanfaatkan, dan diperbarui secara berkelanjutan. Peran perangkat daerah (PD) juga dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini melalui pelaksanaan intervensi berbasis data.
Beberapa instansi seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) akan fokus pada penurunan angka pengangguran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada perbaikan sanitasi dan rumah layak huni, serta Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam memastikan validasi layanan dasar masyarakat.
“Empat kelurahan yang menjadi fokus saat ini membutuhkan intervensi prioritas di bidang perumahan, sanitasi, pendidikan, dan ketenagakerjaan berdasarkan data DTSEN,” pungkasnya.
Program Kelurahan Cantik 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data di tingkat lokal.
Melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas aparatur, serta pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi, diharapkan pembangunan di Kota Surabaya dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sumber: Surabaya.go.id
